Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to Ir. H. SUSWONO, MMA
 
24.000 Ton Beras Bulog Jawa Tengah Tidak Layak PDF Print E-mail
Wednesday, 23 April 2008
 

Views : 175    

Published in : Artikel, Kliping Media

SEKITAR 24.000 ton beras yang tersimpan di sejumlah gudang Bulog di Jawa Tengah sudah tidak layak konsumsi karena sudah terlalu lama ditimbun di gudang ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Suswono di Semarang, Selasa (15/4). Menurutnya, hal itu merupakan pengakuan dari Bulog sendiri, di samping hasil dari inspensi mendadak yang dilakukan Komisi IV DPR hari Senin (14/4).

“Menurut pengakuan Bulog, total beras yang tidak layak konsumsi di gudang itu sebanyak 24.000 ton. Pantas saja selalu ada laporan beras untuk rakyat miskin selalu bermutu jelek,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat meninjau gudang Bulog di Pedurungan, Semarang, pihaknya menemukan 2.000 ton yang sudah sejak Mei tahun 2007 di gudang tersebut. Beras tersebut, katanya, sudah berbau apak, berwarna kekuningan, dan banyak kutunya.

Suswono menuduh Bulog telah mengingkari komitmen menyediakan beras berkualitas untuk rakyat miskin, dengan masa penyimpanan di gudang paling lama tiga bulan. Ia mendesak Bulog Jateng segera menghancurkan beras yang sudah dalam kondisi rusak tersebut untuk dijadikan “broken rice” atau menir. “Beras menir ini hanya layak untuk kebutuhan pakan hewan.”

(Jurnal Nasional, 15 Apr 2008)

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved