Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to Ir. H. SUSWONO, MMA
 


Solusi kemiskinan dan kelaparan terletak pada dua bentuk kebijakan yakni proteksi dan subsidi. Dalam konteks kekinian kita, ada pertanyaan klasik yang layak dimunculkan tentang proteksi dan subsidi ini, yakni apakah kebijakan itu telah mencapai targetnya?. Target ”orang” yaitu subsidi memang dinikmati oleh masyarakat marjinal yang membutuhkannya. Target filosofi yaitu subsidi berhasil membantu masyarakat marjinal dan miskin tersebut keluar dari kemiskinan dan kemarjinalannya. (Suswono)

 
 
Harga Pupuk Masih di Atas HET PDF Print E-mail
Tuesday, 17 June 2008
 

Views : 299    

Published in : Artikel, Kliping Media

"kondisi itu menjukkan lemahnya pengawasan dari Komisi Pengawas Pestisida dan Pupuk (KP3) yang ada di tiap-tiap daerah. Keberadaan pengecer tidak resmi juga merupakan dampak dari sistem distribusi terbuka".(Kompas, 15 Juni 2008)

SLAWI, MINGGU - Petani di wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes masih mendapatkan pupuk urea di atas harga eceran tertinggi (HET). Hal itu menunjukkan adanya kebocoran dalam proses ditribusi pupuk. Oleh karena itu, mekanisme penyaluran pupuk harus diperbaiki, agar petani dapat menikmati harga pupuk sesuai HET.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Suswono, Minggu (15/6). Menurut dia, dari hasil inspeksi mendadak di wilayah Kecamatan Adiwerna dan Margasari, Kabupaten Tegal dan di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, sejumlah petani mengaku mendapatkan pupuk urea Rp67.000 hingga Rp70.000 per sak isi 50 kilogram. Padahal seharusnya, harga pupuk urea hanya Rp60.000 per sak.

Selain itu, ditemukan sejumlah pengecer tidak resmi yang menjual pupuk bersubsidi. Keberadaan mereka menyebabkan tingginya harga pupuk yang sampai ke tangan petani. Sebagian besar petani juga mengaku kesulitan mendapatkan pupuk

Menurut Suswono, kondisi itu menjukkan lemahnya pengawasan dari Komisi Pengawas Pestisida dan Pupuk (KP3) yang ada di tiap-tiap daerah. Keberadaan pengecer tidak resmi juga merupakan dampak dari sistem distribusi terbuka.

Oleh karena itu agar pupuk dapat sampai ke tangan petani sesuai HET, pemerintah harus mengubah sistem distribusi dari terbuka menjadi tertutup. Pasalnya, distribusi dengan sistem terbuka rawan menimbulkan kebocoran. Terlebih saat ini, selisih harga pupuk subsidi dengan non subsidi sangat jauh, mencapai Rp3.800 per kilogram.

Supervisor PT Pupuk Kujang Wilayah Brebes dan Tegal, Dadeng Suhendra mengatakan, pengawasan terhadap distribusi pupuk terus dilakukan. Distributor maupun pengecer yang menjual pupuk tidak sesuai ketentuan, akan mendapatkan sanksi. 
 

Empat Pengecer Mendapat Sanksi


Menurut Dadeng, hingga saat ini terdapat empat pengecer yang mendapat sanksi dari masing-masing distributor. Tiga pengecer berada di wilayah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, sedangkan satu pengecer berada di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Mereka bersalah menjual pupuk di atas HET. Kesalahan lain yang dilakukan yaitu menjual pupuk kepada pengecer lain dan menjual pupuk ke wilayah lain. Para pengecer tersebut tidak diizinkan menjual pupuk untuk sementara waktu. Apabila mereka mengulangi kesalahan, mereka akan diberhentikan sebagai pengecer resmi.

Dadeng mengatakan, hingga saat ini pasokan pupuk untuk wilayah Tegal dan Brebes masih aman. PT Kujang bersama dengan Pemkab Tegal juga melakukan operasi pasar pupuk, untuk membantu memenuhi kebutuhan petani.

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Komentar Terbaru

Subsidi Pupuk dan Nasib Petani
Subsidi Pupuk
Mohon subsidi pupuk yang mendatang...
21/06/10 10:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Muis

Lindungi Hak Petani, UU Harus...
Aaah,,,jadi bingung
Saya setuju dengan pernyataan pak Sus...
30/06/08 08:03
Komentar Selengkapnya...
Oleh Anak petani

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Setuju
:grin
27/06/08 17:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Agung101

Anggota FPD Sarjan Tahir...
Lemahnya Sistem Partai
Kasus yang menimpa Sarjan membuktikan...
27/06/08 13:56
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Ka'ban Harusnya Jadi Orang Hutan
Seharusnya MS Ka'ban, si Ketua Umum...
27/06/08 13:51
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Jumlah Pengunjung

Hari ini18
Kemarin16
Pekan ini143
Bulan ini74
Total Pengunjung12122

(C) Fliesenstadt