Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to Ir. H. SUSWONO, MMA
 


Solusi kemiskinan dan kelaparan terletak pada dua bentuk kebijakan yakni proteksi dan subsidi. Dalam konteks kekinian kita, ada pertanyaan klasik yang layak dimunculkan tentang proteksi dan subsidi ini, yakni apakah kebijakan itu telah mencapai targetnya?. Target ”orang” yaitu subsidi memang dinikmati oleh masyarakat marjinal yang membutuhkannya. Target filosofi yaitu subsidi berhasil membantu masyarakat marjinal dan miskin tersebut keluar dari kemiskinan dan kemarjinalannya. (Suswono)

 
 
Perizinan Harus Gairahkan Perikanan PDF Print E-mail
Friday, 25 April 2008
 

Views : 287    

Published in : Artikel, Kliping Media

JAKARTA : Meski sudah dibentuk departemen khusus, peran sektor kelautan dan perikanan dalam ekonomi nasional masih saja lebih banyak sebagai potensi. Data menunjukkan bahwa kontribusi sektor tersebut dalam produk domestik bruto masih jauh di bawah angka ideal, yakni baru sekitar sepuluh persen. Dalam konteks ini pula, sektor kelautan dan perikanan belum juga menjadi penyumbang terbesar perolehan devisa negara sebagaimana seharusnya.

Karena itu, pemerintah harus bekerja keras meningkatkan peran sektor kelautan dan perikanan dalam ekonomi nasional ini. Langkah ke arah itu antara lain serius memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), dan di sisi lain mendorong pertumbuhan industri pengolahan hasil tangkapan laut.

Demikian dikatakan anggota Komisi IV DPR Suswono dalam percakapan dengan Suara Karya di Jakarta, kemarin. Dia meyakini, pembangunan sektor kelautan dan perikanan merupakan faktor yang bisa menumbuhkan optimisme bangsa terhadap peningkatan kesejahteraan nasional.

“Dalam rapat kerja Komisi IV DPR dan pihak pemerintah, berkali-kali kami ingatkan bahwa potensi sumber daya laut harus dimanfaatkan optimal untuk menghasilkan devisa bagi negara. Sektor ini bisa membantu mengatasi himpitan masalah perekonomian di masyarakat. Potensi kelautan kita ini jangan justru banyak dinikmati nelayan dan kapal asing” katanya.

Menurut Suswono, mekanisme perizinan dan pengawasan harus benar-benar efektif didayagunakan pemerintah, khususnya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Perizinan jangan justru menjadi faktor yang cenderung mengekang kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan. Perizinan harus menjadi faktor yang membuat dunia usaha bergairah menerjuni sektor kelautan dan perikanan ini. Tapi, untuk itu pula, fungsi pengawasan harus mampu menegakkan aturan main berlangsung fair dan produktif.

Suswono menyebutkan, fungsi pengawasan di sektor kelautan dan perikanan selama ini amat lemah. Justry itu, potensi kehilangan devisa yang dialami negara sangat besar. “Kalau pengawasan dijalankan dengan benar dan pengembangan sumber daya laut benar-benar optimal, potensi kehilangan itu tentu bisa kita selamatkan. Paling tidak, kita bisa menikmati tambahan devisa sekitar 100 miliar dolar AS per tahun,” ujarnya.

Menurut Suswono, potensi tambahan pendapatan negara bisa lebih besar kalau sektor kelautan dan perikanan ditangani serius. Apalagi potensi perikanan laut, budidaya rumput laut, udang, dan hasil sektor kelautan dan perikanan lain tidak banyak dimiliki negara lain. “Bila digarap dengan baik, sumber daya laut yang dimiliki negara kita ini bisa menyejahterakan rakyat, di samping menambah pundi-pundi negara,” tuturnya.

Suswono juga menunjuk sejumlah kerja sama operasional penangkapan dan pengolahan ikan yang dilakukan perusahaan asing justru banyak merugikan. Pasalnya, keuntungan lebih diambil perusahaan asing. Porsi yang menjadi bagian perusahaan mitra lokal relatif tak seberapa besar.

“Banyak kapal asing yang memiliki dua bendera sehingga mereka leluasa bergerak mengambil kekayaan sumber daya laut kita. Ini jelas merugikan. Belum lagi, pengolahan hasil laut kita juga banyak menjadi klaim pihak asing karena kita tidak bisa membuka pasar internasional,” kata Suswono.

Demikian pula praktik pencurian ikan di laut, belum kunjung bisa diberantas secara tuntas. Penangkapan serta pengungkapan pelaku maupun kapal yang melakukan illegal fishing memang meningkat. Tapi kegiatan illegal fishing juga terus dan makin menggila.

“Jadi, pemerintah harus kerja lebih ekstra keras dalam mengamankan wilayah perairan kita. Begitu juga menyangkut pendayagunaan sumber daya laut dan perluasan pasar hasil perikanan tangkap,” ucap Suswono.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dalam sejumlah kesempatan mengatakan, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan dengan nilai ekonomis sangat tinggi dan berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Pembangunan kelautan dan perikanan selama ini kita rasakan telah memberikan manfaat dan kontribusi penting bagi peningkatan devisa, pengentasan kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja. Namun, di sisi lain dampak pembangunan perikanan yang tidak terkontrol juga menimbulkan kerusakan sumber daya yang cukup memprihatinkan. Misalnya pencemaran dan degradasi fisik habitat serta adanya illegal fishing serta over fishing yang mengancam kelestarian sumber daya,” kata Freddy Numberi.

Berpijak pada kondisi ini, kegiatan pengawasan harus terus ditingkatkan dan dilaksanakan seefektif mungkin. Ini dilakukan agar ketertiban dan ketaatan dalam menjalankan izin dan peraturan dapat terwujud sehingga kelestarian pemanfaatannya dapat terjamin.

(Suara Karya, 14 April 2008)

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Komentar Terbaru

Subsidi Pupuk dan Nasib Petani
Subsidi Pupuk
Mohon subsidi pupuk yang mendatang...
21/06/10 10:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Muis

Lindungi Hak Petani, UU Harus...
Aaah,,,jadi bingung
Saya setuju dengan pernyataan pak Sus...
30/06/08 08:03
Komentar Selengkapnya...
Oleh Anak petani

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Setuju
:grin
27/06/08 17:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Agung101

Anggota FPD Sarjan Tahir...
Lemahnya Sistem Partai
Kasus yang menimpa Sarjan membuktikan...
27/06/08 13:56
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Ka'ban Harusnya Jadi Orang Hutan
Seharusnya MS Ka'ban, si Ketua Umum...
27/06/08 13:51
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Jumlah Pengunjung

Hari ini18
Kemarin26
Pekan ini79
Bulan ini176
Total Pengunjung12224

(C) Fliesenstadt