Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to Ir. H. SUSWONO, MMA
 


Solusi kemiskinan dan kelaparan terletak pada dua bentuk kebijakan yakni proteksi dan subsidi. Dalam konteks kekinian kita, ada pertanyaan klasik yang layak dimunculkan tentang proteksi dan subsidi ini, yakni apakah kebijakan itu telah mencapai targetnya?. Target ”orang” yaitu subsidi memang dinikmati oleh masyarakat marjinal yang membutuhkannya. Target filosofi yaitu subsidi berhasil membantu masyarakat marjinal dan miskin tersebut keluar dari kemiskinan dan kemarjinalannya. (Suswono)

 
 
Petani Belum Nikmati Harga Pupuk Sesuai HET PDF Print E-mail
Tuesday, 17 June 2008
 

Views : 202    

Published in : Artikel, Kliping Media

"Pupuk seharusnya menjadi bagian dari hak petani, tetapi tidak demikian kenyataannya. Mereka membeli pupuk seharga Rp 67 ribu hingga Rp 70 ribu per saknya. Padahal harga sesuai HET yaitu Rp 60 ribu per sak,"(Suara Merdeka, 15 Juni 2008)

Hasil Sidak Komisi IV DPR RI
Slawi, CyberNews. Banyak petani belum menikmati harga pupuk sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Mereka bahkan membelinya dengan harga lebih mahal antara Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per sak yang berisi 50 kilogram.

Hal itu merupakan hasil temuan Komisi IV DPR RI yang menggelar inspeksi mendadak (sidak) pupuk di Kabupaten Tegal dan Brebes, Minggu (15/6).

"Pupuk seharusnya menjadi bagian dari hak petani, tetapi tidak demikian kenyataannya. Mereka membeli pupuk seharga Rp 67 ribu hingga Rp 70 ribu per saknya. Padahal harga sesuai HET yaitu Rp 60 ribu per sak," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Suswono di sela-sela pelaksanaan sidak tersebut.

Menurut dia, mahalnya harga pupuk itu menunjukkan sistem distribusi terbuka yang dilakukan pemerintah merugikan petani. Sebab, sistem terbuka itu memungkinkan seseorang yang bukan petani membeli pupuk dengan harga bersubsidi. Dalam sidak tersebut, pihaknya juga menemukan sejumlah toko tidak resmi yang menjual pupuk bersubsidi dengan harga lebih tinggi. Salah satunya berlokasi di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Karena itu, dia menilai Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Tegal dan Brebes tidak berjalan dengan baik.

"Banyak penyimpangan terjadi akibat tidak adanya pegawasan dari KP3. Padahal pihak kepolisian dan kejaksaan termasuk menjadi anggotanya," ujarnya. Ke depan, Suswono berharap agar KP3 dapat menjalankan fungsinya. Supaya penyimpangan yang terjadi dapat diantisipasi.

Salah seorang petani, Radi (40) mengaku akan senang apabila harga pupuk di pasaran sesuai dengan HET yaitu Rp 60 ribu per sak. Pasalnya, selama ini dia membeli pupuk lebih mahal dari harga tersebut. "Saya membeli pupuk itu selalu lebih tinggi dari HET, padahal harganya terpaut mencapai Rp 7.000 per saknya. Ini jelas merugikan petani," jelasnya. Dia berharap agar pemerintah dapat menekan harga agar pupuk tidak semakin mahal. 

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Komentar Terbaru

Lindungi Hak Petani, UU Harus...
Aaah,,,jadi bingung
Saya setuju dengan pernyataan pak Sus...
30/06/08 08:03
Komentar Selengkapnya...
Oleh Anak petani

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Setuju
:grin
27/06/08 17:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Agung101

Anggota FPD Sarjan Tahir...
Lemahnya Sistem Partai
Kasus yang menimpa Sarjan membuktikan...
27/06/08 13:56
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Ka'ban Harusnya Jadi Orang Hutan
Seharusnya MS Ka'ban, si Ketua Umum...
27/06/08 13:51
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Suswono Konsisten Berantas...
Perlindungan KPK terhadap Saksi
Hal yang pak Suswono lakukan ini...
23/06/08 15:51
Komentar Selengkapnya...
Oleh Yudha

Jumlah Pengunjung

Hari ini15
Kemarin22
Pekan ini221
Bulan ini358
Total Pengunjung8181

(C) Fliesenstadt