|
(Liputan 6, 10/06/2008)
Klaten: Sejumlah petani menyerbu sebuah kios tempat penjualan pupuk di Klaten, Jawa Tengah. Bahkan petani yang sudah antre langsung mengambil pupuk yang masih dalam truk pengangkut. Mereka khawatir tak bisa mendapatkan pupuk karena dalam satu bulan terakhir, mereka kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Padahal sudah memasuki masa tanam. Tak saja sulit, harga pupuk bersubdisi melambung hingga Rp 70 ribu per karung atau lebih mahal Rp 10 ribu dari harga yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu lebih dari 100 petani di wilayah Pemalang, Jateng
turun ke jalan memprotes mahal serta sulitnya mendapatkan pupuk.
Sekadar informasi, kelangkaan pupuk di wilayah Pantai Utara Jawa,
termasuk Pemalang sudah berlangsung satu bulan lebih. Para petani
mendesak pemerintah segera menyediakan pupuk bersubsidi. Jika tidak
mereka khawatir akan gagal panen.
Di Brebes, Jateng, sekitar 150
ton pupuk bersubsidi ditemukan di sebuah gudang di Desa Sidamulya.
Harusnya, pupuk tersebut dijual ke petani di wilayah Pemalang, Tegal,
dan Brebes. Namun ribuan karung pupuk ini ditimbun pengecer bernama
Topari. Padahal saat Wakil Komisi IV DPR Suswono berkunjung mendadak ke
gudang Topari, karyawannya menyatakan stok pupuk tak ada atau kosong.
Sayang, Topari tengah berada di luar kota sehingga tak bisa menanggapi
tuduhan penimbunan pupuk.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV) |
|
|
| Users' Comments |
|
Average user rating
(0 vote)
|
|
Add your comment
|
Kurang Ajar Topari!
By: Agung Pratomo () on 20-06-2008 20:46