Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to Ir. H. SUSWONO, MMA
 


Solusi kemiskinan dan kelaparan terletak pada dua bentuk kebijakan yakni proteksi dan subsidi. Dalam konteks kekinian kita, ada pertanyaan klasik yang layak dimunculkan tentang proteksi dan subsidi ini, yakni apakah kebijakan itu telah mencapai targetnya?. Target ”orang” yaitu subsidi memang dinikmati oleh masyarakat marjinal yang membutuhkannya. Target filosofi yaitu subsidi berhasil membantu masyarakat marjinal dan miskin tersebut keluar dari kemiskinan dan kemarjinalannya. (Suswono)

 
 
Rekomendasi FAO Tak Sentuh Substansi Masalah PDF Print E-mail
Thursday, 12 June 2008
 

Views : 174    

Published in : Artikel, Kliping Media

"Selama ini, negara-negara yang dilanda krisis pangan hanya disuapi bantuan dana. Sementara petani di negara-negara itu tidak pernah diberi bantuan pelatihan guna meningkatkan produksi usaha tani mereka. Jadi, substansi masalah sama sekali tak tersentuh. Akibatnya, negara itu terus-menerus dibayangi krisis pangan," (Suara Karya, 10 Juni 2008)

JAKARTA : Indonesia tidak harus menghindari ketergantungan terhadap arahan dan kebijakan organisasi internasional, khususnya Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), terkait upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.


  

Ini karena kebijakan maupun rekomendasi FAO tidak pernah menyentuh substansi masalah, yakni pemberdayaan negara menuju kemandirian pangan nasional masing-masing.

    Demikian pendapat Guru Besar Universitas Lampung Bustanul Arifin, Ketua Umum Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, dan anggota Komisi IV DPR Suswono yang dikemukakan secara terpisah kepada Suara Karya di Jakarta, kemarin. Mereka dihubungi berkaitan dengan isu ketahanan pangan dan hasil pertemuan FAO di Roma, pekan lalu.

    Mereka senada menyatakan, selama ini organisasi maupun badan pangan di dunia membuat negara-negara miskin dan berkembang terus bergantung kepada komoditas pangan impor. Badan dunia tidak memedulikan potensi sumber pangan di suatu negara yang nyata-nyata bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Selama ini, badan dunia justru memberikan bantuan bersifat amal bagi negara yang mengalami krisis pangan. Karena itu, Indonesia sendiri harus bisa menjaga ketahanan pangan tanpa bergantung kepada produk impor. Indonesia juga harus memprioritaskan peningkatan produktivitas pertanian untuk memenuhi kebutuhan nasional.

    Suswono mengatakan, jika negara-negara maju terus memberikan bantuan dana kepada negara yang mengalami krisis pangan tanpa disertai bantuan pelatihan di bidang pertanian, maka negara bersangkutan niscaya tidak akan pernah maju dalam soal produksi pangan. "Selama ini, negara-negara yang dilanda krisis pangan hanya disuapi bantuan dana. Sementara petani di negara-negara itu tidak pernah diberi bantuan pelatihan guna meningkatkan produksi usaha tani mereka. Jadi, substansi masalah sama sekali tak tersentuh. Akibatnya, negara itu terus-menerus dibayangi krisis pangan," paparnya.

    Selain itu, Suswono juga mengatakan kalau dalan KTT tersebut pemerintah Indonesia hanya ikut mendengarkan pembahasan tentang bantuan dan kondisi pasar pangan dunia. Indonesia sendiri tampaknya tidak akan beranjak dari kesulitan untuk dapat mengamankan ketahanan pangan di dalam negeri. "Untuk pasar pangan dunia, kita pasti kalah jika harus bersaing dengan negara maju. Untuk itu, bagaimana caranya agar pemerintah tidak hanya memberikan bantuan dana, namun petani juga diberikan pelatihan sehingga mendapatkan hasil panen yang baik," katanya.

    Selain itu, lahan pertanian dan saluran irigasi yang rusak juga harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab, jika lahan dan fasilitas pengairan dalam keadaan baik, maka besar harapan produksi pangan nasional akan terus mengalami peningkatan. "Kalau seandainya petani nasional mendapatkan bantuan, pemerintah harus mengarahkan dan memantau dana itu dalam penggunaannya. Sebaiknya dana yang diberikan saat ini untuk perbaikan lahan, saluran irigasi, dan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian," katanya lagi.

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Komentar Terbaru

Subsidi Pupuk dan Nasib Petani
Subsidi Pupuk
Mohon subsidi pupuk yang mendatang...
21/06/10 10:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Muis

Lindungi Hak Petani, UU Harus...
Aaah,,,jadi bingung
Saya setuju dengan pernyataan pak Sus...
30/06/08 08:03
Komentar Selengkapnya...
Oleh Anak petani

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Setuju
:grin
27/06/08 17:32
Komentar Selengkapnya...
Oleh Agung101

Anggota FPD Sarjan Tahir...
Lemahnya Sistem Partai
Kasus yang menimpa Sarjan membuktikan...
27/06/08 13:56
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Di KPK, Anggota Komisi IV...
Ka'ban Harusnya Jadi Orang Hutan
Seharusnya MS Ka'ban, si Ketua Umum...
27/06/08 13:51
Komentar Selengkapnya...
Oleh sandhi

Jumlah Pengunjung

Hari ini14
Kemarin15
Pekan ini29
Bulan ini126
Total Pengunjung12174

(C) Fliesenstadt