Soal Raskin, Bulog Tak Konsisten
Tuesday, 17 June 2008
 

Views : 352    

Published in : Artikel, Kliping Media

"Dengan harga tersebut, artinya pemerintah telah mensubsidi beras sebesar Rp 3.200. Semestinya berasnya bagus, tetapi nyatanya di lapangan, kadang bagus dan bahkan lebih banyak jeleknya. Artinya Bulog tidak melakukan kontrol dengan baik,"  (Radar Tegal, 16 Juni 2008)

 

BULOG dinilai tak konsisten dalam menjaga kualitas beras untuk rumah tangga miskin (raskin). Pasalnya, beras yang diterima rumah tangga miskin tersebut setiap bulannya berkualitas tak sama, sehingga menguatkan dugaan adanya penyelewengan oknum Bulog. Belum lagi soal ketentuan harga yang juga sering melanggar ketentuan yang ada.



Persoalan di atas merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Ir Suswono MMA, Minggu (15/6), diantaranya indikasi penyimpangan, baik yang dilakukan oleh oknum Bulog maupun pejabat Pemerintahan Desa. Pasalnya, harga dan kualitas raskin ternyata terus berubah, baik antar waktu pembagian perbulannya maupun antar warga penerimanya.

"Saya dapat jatah raskin 5 kilogram. Kadang berasnya bagus, kadang juga jelek, bermenir, terus bau apek. Harganya kemarin Rp 2.200, kadang Rp 2.000. saya bingung, sebenarnya harganya berapa," ungkap Wahudi, warga Desa Gumalar Kecamatan Adiwerna kepada Suswono dan rombongan.

Pengakuan yang sama juga dituturkan Dahuri, warga Sidapurna Kecamatan Dukuhturi. Dia mengaku mendapatkan jatah raskin dari desanya sebanyak 4 kilogram dengan hargatotal harga Rp 9 ribu, sehingga perkilonya mencapai Rp 2.500. "Berasnya juga sama, kadang bagus, kadang jelek. Tapi selama ini lebih banyak jeleknya. Sebab seringnya berasnya lembut bermenir. Bahkan yang lembut itu sampai separuhnya sendiri," terangnya.

Padahal, sebelum sidak langsung ke masyarakat, Suswono sendiri mengunjungi Bulog 602 Procot, Slawi. Hasil sidak tersebut juga menunjukkan beras yang tersimpan di gudang saat itu dalam kualitas baik. Salah seorang staf Bulog 602 Toni Ekariyanto menyatakan, jenis beras yang dialokasikan untuk raskin adalah IR 64 yang berkualitas bagus. "Kita biasa menyalurkan raskin untuk Brebes Selatan, Kota tegal dan kadang juga Kabupaten Tegal. Biasanya dirolling dengan Bulog Larangan," sungkapnya.

Suswono mengaku kecewa dengan sikap Bulog yang tak konsisten tersebut. Hasil penuturan warga penerima raskin tersebut menurutnya mengindikasikan jika masih ada oknum Bulog yang bermain-main dengan hak masyarakat miskin tersebut. Dikatakannya, Pemerintah harus membayar Rp 4.700 untuk raskin. Dengan harga tersebut, ketentuannya kualitas harus bagus, yakni jenis SNI 4, patahan maksimal 20% dan menir maksimal 2 %. "Dengan harga tersebut, artinya pemerintah telah mensubsidi beras sebesar Rp 3.200. Semestinya berasnya bagus, tetapi nyatanya di lapangan, kadang bagus dan bahkan lebih banyak jeleknya. Artinya Bulog tidak melakukan kontrol dengan baik," tegasnya. 

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved